Jumat, 25 Oktober 2013

Proposal Website Forum

Hai sahabat blogers pada kesempatan kali saya ingin menerakan proposal website forum yang akan saya buat. Meskipun websitenya belum jadi setidaknya proposal ini merupakan rancangan dari website yang nantinya akan saya buat. Semoga saja proposal ini setidaknya dapat membantu sahabat blogers untuk bisa mendapat gambaran dari fungsi-fungsi yang ada di website forum sederhana.

Kalau boleh bercerita sedikit sebenarnya pembuatan proposal ini dilatar belakangi karena saya diberi tugas oleh dosen saya untuk membuat Website. Ada beberapa tema yang dapat dipilih dan saya memilih website forum sebagai pilihan saya. Saya tahu ini kepetusan yang berani dan pastinya tak akan mudah mengetahui saya baru mulai belajar pemrograman web pada mata kuliah ini. Daripada berlama-lama tambah lama sebaiknya langsung saja saya akan jelaskan tema dari forum saya.

Forum saya bertemakan komunitas bola. Tentunya ada alasan kenapa saya mengambil tema ini. Selain saya senang dengan olahraga sepakbola dan paham akan apa saja yang perlu dibahas dalam sepakbola, tema ini juga dapat dibuat dengan cukup simple sehingga saya harap tak akan memberikan saya kesulitan yang terlalu berat mengingat ini merupakan waktu pertama saya belajar membuat web.

Itu tadi tema yang saya ambil. Berikut ini saya akan coba menggambarkan fungsi-fungsi yang akan saya coba terapkan di website saya nantinya. Untuk menggambarkannya saya menggunakan metode context diagram sebagai level 0 diikuti Data Flow diagram untuk penggambaran level 1 dan level 2. Dimulai dari context diagram sebagai berikut :



Dari context diagram diatas kita dapat melihat ada tiga entitas yang bisa mengakses website yaitu user umum atau tamu, member dan admin. Member merupakan user umum atau tamu yang telah melakukan pendaftaran. Admin merupakan user khusus yang dapat melakukan beberapa pengaturan pada website dan member yang ada didalamnya.

Setidaknya dari context diagram diatas kita sudah dapat melihat bahwa website forum ini memiliki beberapa fungsi umum yang merupakan ciri pada forum-forum pada umumnya. Ada user umum atau tamu yang dapat melihat content forum namun tak dapat membuat thread sendiri atau memberikan komentar pada topik atau thread yang ada. Adanya topik-topik yang sebagai bahan bahasan dimana member dapat membuat topik sesuai keinginan mereka. Namum tentu tak semua topik akan diperbolehkan mengingat tentunya masih ada norma-norma yang perlu dijaga agar tak menciptakan permasalah yang diinginkan. Oleh karena itu Admin akan memiliki fungsi pengawasan yang akan dijelaskan lebih lanjut pada DFD (Data Flow Diagram) sebagai berikut :

DFD Level 1
DFD Level 2

Dari DFD diatas kita bisa lihat member dapat melakukan update data profil mereka baik itu data tertulis atau mengganti foto profil mereka. Member juga dapat mengirim pesan pribadi kepada member lain. Admin juga dapat melakukan fungsi pengawasan baik terhadap topik-topik yang ada atau data profil dari masing-masing member. Admin dapat menghapus topik yang tak sesuai dengan peraturan forum ataupun membatasi hak akses dari member yang melanggar peraturan forum.

Itu tadi merupakan rancangan dari website forum yang saya akan coba buat. Semoga rancangan ini dapat membantu sahabat bloger. Dan juga saya berharap forum yang saya buat nantinya akan sesuai dengan rancangan ini. Sampai bertemu di postingan berukutnya.

Selasa, 17 September 2013

Cara Install Apache

Pada kesempatan ini saya akan menjelaskan mengenai cara install berikut cara mengkonfigurasi Apache pada windows 7. Tutorial ini juga akan diikuti oleh tutorial install PHP dan MySQL yang dapat dilihat di bawah halaman ini.

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah download dahulu file Windows Installer Apache. Untuk mendownloadnya, anda bisa coba masuk ke halaman download Apache. Click pada “Win32 Binary without crypto (no mod_ssl) (MSI Installer)”, ambil versi terbaru atau versi terakhir. Sebagai conto saya ambil httpd-2.2.25-win32-x64-no_ssl.msi untuk versi terbarunya.

Setelah proses download selesai, klik 2x (Double Click) pada file tersebut untuk memulai instalasi Apache.

apache-install-01
Jika muncul Security Warning, abaikan saja dengan meng-klik tombol “Run” untuk melanjutkan proses instalasi.

apache-install-02

Click “Next” pada tampilan pertama.
Pilih “I accept the terms in the license agreement”, kemudian click “Next”.

apache-install-03

Masukkan “localhost” pada “Network Domain” dan “Server Name”, kemudian pada “Administrator's Email Address” masukkan “webmaster@localhost” dan klik Next.
Pilih “Typical” kemudian click Next.
Pada tampilan berikut, secara default aplikasi akan diinstall pada folder Program Files, dan saya sarankan anda mengubahnya menjadi C:\Apache, kemudian click OK.

apache-install-04

Click tombol “Install” untuk memulai proses instalasi Apache, dan tunggu sampai proses instalasi itu selesai. Setelah proses instalasi selesai, anda bisa mengetesnya dengan membuka web browser dan ketikkan alamat http://localhost/ kemudian tekan Enter. Jika pada halaman web browser muncul “It Works!”, maka Selamat karena anda telah berhasil menginstall Apache pada Windows 7.

Perlu diketahui bahwa pada saat kita memanggil halaman pada http://localhost/, maka sebenarnya Apache memanggil index.html yang berada pada folder htdocs. Jika berhasil akan keluar yang bertuliskan "IT WORKS!!!".
Sekarang setelah Apache telah terinstall saatnya untuk menginstall PHP dan MySQL. Silahkan gunakan link dibawah ini :



Cara Install dan Konfigurasi PHP

Menginstall PHP maka diperlukan dulu sebuah web server yang sudah berjalan pada komputer kita. Untuk web server, saya sarankan untuk menggunakan sebuah web server yang sangat populer di dunia. Anda bisa mengikuti cara menginstall Apache pada Windows 7 yang sebelumnya saya posting.

Penggunaan PHP juga akan membutuhkan anda untuk menginsttal MySQL database di komputer anda. Oleh karena itu setelah anda selesai menginstall dan mengkonfigurasi PHP sesuai dengan tutorial pada halaman ini anda dapat melihat tutorial cara install dan konfigurasi MySQL.

Jika Anda telah berhasil menginstall Apache dan pada saat mengecek telah berhasil dengan muncul halaman “It Works!”, maka anda bisa men-download dulu source PHP dari www.php.net sebelum mulai instalasi. Saya sarankan untuk men-download thread safe dalam bentuk file zip supaya proses instalasi lebih mudah.

Membuat Folder Instalasi PHP
Cara-cara yang saya coba bahas adalah instalasi dari file zip bukan dari file instalasi. Langkah paling pertama adalah buatlah folder pada drive C: dengan nama “PHP” yang akan dipakai untuk menampung hasil extract dari file zip yang tadi di-download, kemudian unzip file ke dalam folder tersebut. 

Jika proses unzip sudah selesai, maka langkah selanjutnya adalah pilih folder C:\PHP dan cari file php.ini-recommended. Click kanan file tersebut, pilih copy dan paste di folder yang sama. Ganti nama filenya menjadi php.ini, abaikan jika muncul pesan Windows tekan aja button yes.

Tidak dapat menemukan file php.ini-recommended?
Pada PHP versi terbaru, terdapat 2 file yaitu; php.ini-development dan php.ini-production. File yang pertama sangat cocok untuk developer machine seperti anda, sedangkan file yang kedua biasanya digunakan pada web server yang menggunakan hosting “live websites” yang menggunakan pengamanan tingkat tinggi. Untuk itu, gunakanlah php.ini-development sebagai pengganti php.ini-recommended.

Konfigurasi Apache untuk instalasi PHP
Biarpun anda telah berhasil menempatkan PHP pada komputer anda, tapi sebenarnya PHP tersebut belum terinstall. Langkah selanjutnya adalah kita perlu membantu menghubungkan antara Apache dengan PHP agar bisa saling berkomunikasi. Langkah ini dapat dilakukan dengan meng-konfigurasi Apache pada file httpd.conf.

php-install-01
Untuk memulainya, bukalah All Programs -> Apache HTTP Server 2.2 -> Configure Apache Server -> Edit the Apache httpd.conf Configuration File. Langkah ini akan membuka file tersebut dalam Notepad.

php-install-02
Cari bagian “LoadModule” (bisa dengan menggunakan menekan tombol kombinasi CTRL + F), kemudian masukkan baris berikut pada bagian sesudahnya:

LoadModule php5_module "c:/PHP/php5apache2_2.dll"

Jika anda menggunakan folder yang berbeda, bukan C:\PHP, maka anda harus mengganti path yang terdapat pada baris tersebut.

php-install-03
Cari bagian “AddType”, kemudian tambahkan baris dibawah ini pada baris setelahnya:

AddType application/x-httpd-php .php

Anda juga bisa menggunakan file extensions yang lain seperti .php3 atau .php4 – Caranya mudah sekali yaitu dengan menambahkannya pada baris tersebut pada posisi paling terakhir dengan pemisah spasi kosong.

php-install-04
Pindah ke bagian paling akhir dari file httpd.conf dan tambahkan baris ini:

PHPIniDir "C:/PHP"

Code diatas untuk menentukan lokasi file konfigurasi PHP – php.ini.

Jika anda membaca instruksi saya pada bagaimana cara menginstall Apache pada Windows 7, mungkin masih ingat bahwa semua file-file website akan disimpan pada folder htdocs yang berada didalam folder instalasi Apache. Ini artinya ketika kita mengakses alamat http://localhost pada web browser, Apache akan mengecek folder htdocs – File “It Works!” yang pertama kali muncul pada saat men-tes instalasi Apache, sebenarnya ada file index.html yang berada di dalam folder tersebut.

Sesuai dengan kebiasaan pada umumnya, biasanya file-file websites kita tempatkan pada folder terpisah dari instalasi Apache… seperti C:\websites misalnya, maka kita bisa melakukan itu karena Apache mendukung langkah tersebut. Yang perlu kita lakukan adalah kita harus menentukan path folder pada document root.

php-install-05
Pertama-tama, buatlah folder C:\websites yang akan kita gunakan untuk menampung file-file website kita, kemudian cari DocumentRoot "C:/Apache/htdocs" pada file konfigurasi Apache dan gantilah menjadi DocumentRoot "C:/websites".

php-install-06
Terakhir, ganti <Directory "C:/Apache/htdocs"> menjadi <Directory "C:/websites">.

Tes Instalasi PHP
Simpan file httpd.conf dan restart komputer anda. Sebenarnya anda tidak harus me-restart komputer seperti biasanya. Anda bisa lakukan dengan meng-click kanan notification icon pada taskbar > Open Apache Monitor > Stop, kemudian Start kembali.

Sekarang kita tinggal mengecek apakah PHP sudah terintall denga benar atau tidak. Buka Notepad dan ketik bari dibawah, atau anda bisa copy-paste baris tersebut.

<?php phpinfo(); ?>

Simpan file dengan nama phpinfo.php pada folder document root yang tadi dibuat sesuai dengan langkah diatas. Secara default, Notepad akan menyimpan file dengan nama .txt – Untuk mengubahnya menjadi php, anda harus memilih “All Files” pada “Save as Type” dan masukkan nama file pada “File Name”.

Buka web browser dan ketikan alamat http://localhost/phpinfo.php kemudian enter. Jika muncul gambar seperti dibawah ini maka proses intalasi PHP anda berhasil.

php-install-07

Senin, 16 September 2013

Cara install dan Configurasi MySQL

Pertama tama anda harus mengetahui system type dari komputer anda, apakah menggunakan versi 32-bit atau versi 64-bit. Untuk memeriksanya, anda bisa lakukan dengan click Start Menu Program > Computer > click kanan pada Computer > Properties, kemudian lihat di bagian System Type, disitu akan terlihat sistem operasi versi yang sedang digunakan. Ini penting karena installer untuk masing-masing tipe sistem operasi berbeda.

Download File Installer MySQL
Jadi pastikan anda sudah mengetahui tipe sistem operasi yang digunakan. Jika sudah, anda bisa mengambil file installer-nya yang terbaru dari website MySQL.com. Saya mengambil file mysql-5.5.11-win32.msi karena sistem operasi saya menggunakan versi 32-bit. Jika anda menggunakan versi 64-bit, saya sarankan untuk mengambil file installer yang versi 64-bit juga.

Install MySQL pada Windows 7
Proses instalasi MySQL juga tidaklah sulit. Disini saya akan pandu tahap-tahap menginstall MySQL disertai dengan gambar untuk membantu memperjelasnya.

Mulailah instalasi MySQL dengan meng-click 2x (Double Click) file .msi yang sudah didownload tadi.
Click tombol “Next” pada tampilan pertama.

mysql-install-02
Pada tampilan berikutnya, pilih “Custom” agar kita bisa merubah folder instalasi MySQL. 

mysql-install-03
Pilih tombol “Change” untuk merubah folder instalasi MySQL.

mysql-install-04
Rubah folder instalasi dengan memasukkan C:\MySQL, kemudian click tombool “OK”.
Click tombol “Next” untuk melanjutkan proses instalasi.
Click tombol “Install” untuk mulai proses instalasi dan tunggu sampai proses instalasi selesai.
Pada saat proses instalasi selesai, anda akan mendapati tampilan tentang MySQL Enterprises, click saja tombol “Next”.

mysql-install-05
Pada tampilan terakhir, anda akan mendapati tampilan bahwa proses instalasi telah selesai. Disitu juga terlihat ada 2 pilihan, maka ceklist pilihan pertama yaitu “Configure the MySQL Server now” jika belum ter-ceklist, dan pada pilihan kedua jangan diceklist, kemudian click tombol “Finish”.

Pada tampilan selanjutnya, click tombol “Next”.

mysql-install-06
Pilih “Detailed Configuration”, kemudian click “Next”.

mysql-install-07
Pilih “Developer Machine” dan click “Next”.

mysql-install-08
Pilih “Multifunctional Database” dan click “Next”.
Click “Next” dan “Next” lagi.

mysql-install-09
Jika muncul tampilan seperti gambar diatas, aktifkan pilihan “Enable Strict Mode”, kemudian click tombol “Next”.

mysql-install-10
Aktifkan juga pilihan “Include Bin Directory in Windows PATH” pada tampilan selanjutnya dan click tombol “Next”.

mysql-install-11
Langkah selanjutnya, masukkan password anda sebanyak 2x, dan aktifkan pilihan “Enable root access from remote machines”, kemudian click tombol “Next”.

mysql-install-12
Lanjutkan dengan click tombol “Execute”.
Tunggu sampai proses selesai dengan ditandai munculnya tanda centang pada 4 item yang ada pada tampilan.

mysql-install-13
Kemudian click tombol “Finish”.

Konfigurasi PHP
Setelah proses instalasi selesai, langkah selanjutnya adalah konfigurasi PHP agar dapat berjalan dengan MySQL dan Apache. File kofigurasi PHP adalah php.ini yang berada di folder instalasi PHP, yaitu C:\PHP, jadi bukalah file tersebut.

Secara default, PHP  tidak akan menampilkan pesan error (error message). Ini mungkin sangat bagus jika kita menggunakan online web server untuk keamanan, tapi tidak untuk developer machine (seperti lokal komputer). Jadi alangkah baiknya jika kita menampilkan pesan error yang terjadi yaitu:

mysql-install-14
Cari baris error_reporting = E_ALL (atau error_reporting = E_ALL | E_STRICT) dan rubahlah menjadi error_reporting = E_ALL & ~E_NOTICE.

mysql-install-15
Rubah juga baris display _error = Off menjadi display _error = On.

mysql-install-16
tentukan juga folder extention PHP dengan merubah baris extension_dir = "./"menjadi extension_dir = C:\PHP\ext.

mysql-install-17
Agar PHP dapat berkerja sama dengan MySQL, ada file extension yang diperlukan untuk di-load, untuk itu cari bagian “Extentions” dan uncomment (hilangkan tanda titik koma yang berada didepannya) pada baris-baris berikut:

extension=php_mysql.dll
extension=php_mysqli.dll


mysql-install-18
Rubah juga pada baris register_globals = Off menjadi On.

Proses konfigurasi telah selesai, simpan file php.ini dan restart-lah komputer anda. Apache, PHP dan MySQL siap digunakan.